Tepat jam delapan pagi di kantor pusat sebuah perusahaan teknologi multinasional, Sinta—manajer pemasaran berusia 38 tahun—menatap layar komputernya dengan perasaan campur aduk. Di kursi di sampingnya, bukan rekan kerja manusia yang duduk, melainkan sebuah mesin dengan suara lembut yang mampu menganalisis tren pasar dalam hitungan detik. “Apakah aku masih punya tempat di sini?” pikir Sinta. […]